Rabu, 19 Agustus 2020

Inilah Tanaman Penangkal Santet Dan Ilmu Hitam

Sejak dahulu nenek moyang Asia telah memanfaatkan beragam tanaman penangkal santet dan guna-guna untuk melindungi keluarganya. Teks-teks kuno menyebutkan bahwa tanaman ini tidak hanya menyembuhkan penyakit, tetapi juga berpotensi magis. Percaya atau tidak, beberapa suku memanfaatkan tumbuhan dalam kehidupan mereka. walaupun praktek sebenarnya perlahan-lahan mulai hilang ditelan zaman.
Beberapa pemikiran ini mungkin tidak masuk akal. Sehingga harus mempercayai tanaman penangkal santet yang di praktekan dalam tradisi. Tetapi menurut keyakinan kuno, tanaman ini sangat mirip dengan lambang tertentu. Atau berkaitan dengan nama orang 'bijak' hingga tanaman itu dianggap suci. 
Tanaman Penangkal Santet

Tanaman Penangkal Santet

Alasan ini pula yang membuat tanaman dianggap sakral. Ada beberapa tanaman penangkal santet dan guna-guna yang digunakan oleh orang Asia sejak ribuan tahun lalu. Tumbuhan ini sejak dahulu telah digunakan untuk menyembuhkan terhadap sihir atau menghilangkan efek negatif. Seiring perkembangan zaman, ternyata tradisi ini mulai hilang. Apa saja tumbuhan yang bermanfaat ditanam disekitar rumah kita? Apa saja tumbuhan yang bermanfaat ditanam disekitar rumah kita? Berikut penjelasannya.

Pinang Merah. 

Pinang merah merupakan jenis tanaman hias yang memiliki kelopak kemerahan. Pinang merah diyakini bisa meredam energi negatif yang dikirim dalam santet. Tanaman ini mampu menolak segala bala dan guna-guna yang ditujukan keseluruh penghuni rumah.

Kemuning

kemuning merupakan tumbuhan tropis yang dapat mencapai tinggi 7 meter dan bunganya sepanjang tahun. Banyak orang mulai membudidayakan tanaman ini dalam pot. Bahkan bisa kita lihat dalam bentuk bonsai. Tanaman ini bunganya berwarna putih mirip seperti melati. Ada juga kemuning jawa yang memiliki kekuatan alam yang dapat meredam pengaruh santet, apalagi jika diletakkan didepan rumah.

Kaktus

Tanaman kaktus tumbuh diwilayah kering, sangat ramah lingkungan dan tidak perlu perawatan rumit. Percaya atau tidak, kaktus dapat menetralisir serangan santet dan menarik energi rezeki. Di India, tanaman sejenis ini disebut Sesuru, dalam bahasa hindi disebut Tridhara. Ujung cabangnya mirip dengan trisula. Menurut tradisi, tanaman ini memilki kekuatan untuk menangkal petir.

Mawar Merah

Bunga mawar lambang cinta, batang penuh duri, tetapi mempunyai kekuatan menyerap energi negatif. Termasuk menangkal serangan santet. Energi ini akan diserap melalui bunga kemudian disimpan kedalam tanah. Tetapi jangan sampai dilangkahi.

Bambu kuning

Bambu yang dimaksud memiliki batang yang lebih kecil dan warnanya kuning. Biasanya dijadikan untuk pagar hias yang ada dipekarangan rumah atau dalam pot. Bambu kuning mampu mengusir setan dan santet. Tetapi juga dipercaya untuk menghindari pencurian ataupun perampokan.

Tanaman Zig Zag

Banyak orang tidak sadar bahwa tanaman zig zag sangat membantu membersihkan energi negatif disekitar rumah. Menurut tradisi nomaden di India, sejenis tanaman zig zag dapat menangkal santet dan sihir. Salah satunya mengkita daunnya ke leher anak kecil sebagai jimat.

Semua tanaman penangkal santet memiliki susunan daun yang serasi. Atau mewakili lambang dari dewa-dewa kuno yang dipercaya nenek moyang kita dahulu.

Penyebab Kepunahan Megalodon Dan Hewan Purba

Ledakan nuklir tentunya akan membuat sebuah wilayah terkena radiasi. Hal ini merupakan penyebab kepunahan Megaladon dan hewan purba atau dinosaurus, terutama mengakibatkan kanker. Bagaimana jika sebuah bintang meledak, dan radiasinya menghantam bumi dalam bentuk badai supernova? Radiasi ini menyebabkan kanker dan berlangsung selama puluhan ribu tahun dibumi, menyebabkan kepunahan spesis purba.
Penyebab Kepunahan Megalodon
Selama ini, megalodon dianggap sebagai spesies hiu terbesar yang pernah ditemukan bukti keberadaannya. Hiu purba ini punya tubuh lebih besar dibandingkan ukuran yang terlihat saat ini. Tubuh Megalodon diperkirakan mencapai 18 meter, rahang selebar 3 meter dengan mulut berisi 276 gigi. 

Penyebab Kepunahan Megalodon

Sekitar 20 juta tahun lalu, diperkirakan Megalodon mendominasi sebagai predator laut teratas. Tetapi menurut ilmuwan, hiu ini punah sejak 2,5 juta tahun yang lalu. Sampai hari ini masih banyak penelitian yang masih mencari penyebab pasti, bagaimana spesis ini bisa punah.
Menurut studi yang dilakukan oleh ilmuwan dari Universitas Kansas, sekitar 2,6 juta tahun yang lalu, cahaya aneh datang dari langit dan bertahan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Menurut mereka, cahaya itu merupakan dampak dari supernova yang menembus bumi. Cahaya ini berasal dari tempat yang jauh sekitar 150 tahun cahaya dari Bumi. 
Selama beberapa ratus tahun cahaya aneh ini baru menyusut, badai energi kosmik dari ledakan bintang yang sama bisa mencapai bumi dan menghantam atmosfer. Fenomena ini menyebabkan perubahan iklim drastis dan memicu kepunahan massal hewan laut berukuran besar, termasuk spesies hiu megaladon.
Penelitian ini dilakukan selama sekitar 15 tahun, menurut ilmuwan bahwa supernova telah mempengaruhi Bumi jutaan tahun lalu. Bukti ini diperoleh dari endapan dasar laut melalui isotop besi-60, lonjakan supernova terjadi 2,6 juta tahun lalu dan sebelumnya mungkin juga terjadi 10 juta tahun lalu. 
Selain itu, energi supernova juga menyebabkan penetrasi partikel yang disebut Muon, dapat mengakibatkan kanker dan mutasi untuk hewan besar. Tingkat mutasi dan perkembangan kanker meningkat 50 persen, semakin besar ukuran tubuh maka semakin beresiko. Terutama untuk hewan-hewan berukuran tubuh raksasa seperti paus dan hiu.
Badai supernova ini setidaknya telah membuat 36 persen penduduk laut punah sekitar 2,6 juta tahun lalu. Badai kosmik ini berlangsung antara 10 hingga 100ribu tahun dibumi. Dimana seluruh wilayah bumi terkena radiasi akibat ledakan bintang. Penelitian ini setidaknya menjadi wawasan baru tentang kehidupan masa lalu yang punah sebagai penyebab kepunahan Megaladon dan hewan purba. 

Reference:

  • Hypothesis: Muon Radiation Dose and Marine Megafaunal Extinction at the End-Pliocene Supernova. Astrobiology, 2018; DOI: 10.1089/ast.2018.1902.

Sejarah Gurun Sahara Terbentuk Dari Hujan Pasir

Inilah sejarah gurun Sahara yang membentang dari Laut Merah dan termasuk bagian dari pantai Mediterania hingga ke pinggiran Samudera Atlantik. Bahkan beberapa bukit pasir bisa mencapai ketinggian 180 meter. Menurut ilmuwan, sebuah badai disertai petir dan hujan pasir panas telah menyapu bersih sekaligus mengubur peradaban dan penguasanya sekitar tahun 3000-2300 SM.

Sejarah Gurun Sahara

Salah satu kelebihan panorama yang dimiliki Timur Tengah dan benua Afrika adalah Gurun Pasir Sahara. Sahara merupakan padang pasir yang panas dan terbesar di dunia, wilayahnya lebih dari 9 juta kilometer persegi yang meliputi sebagian besar Afrika Utara. Kira-kira ukurannya hampir sama besar dengan Amerika Serikat atau benua Eropa. 

Sejarah Gurun Sahara

Gurun Pasir Sahara menyimpan rahasia yang belum sepenuhnya terungkap. Sebuah gurun pasir yang terkenal sejak sekitar ribuan tahun lalu merupakan wilayah subur yang sangat berbeda di masa lalu. Ilmuwan memperkirakan bahwa gurun pasir Sahara adalah wilayah sub-tropis dimana rusa, kuda nil dan gajah pernah diburu manusia kuno. Jerapah dan badak bebas menjelajah daerah tropis yang kini menjadi gurun pasir. Penduduknya mudah mencari makanan sehingga membuat ribuan manusia pemburu pengumpul migrasi ke wilayah ini dan menetap disana.

Fakta ini terbukti sejak ditemukannya ratusan kuburan manusia dan berbagai lukisan batu yang menggambarkan manusia kuno berburu dan berenang. Menurut NASA, dibawah gurun pasir Sahara terdapat sungai-sungai yang diperkirakan pernah menjadi wilayah sangat subur.
Menurut para ilmuwan, sekitar kurang dari 5000 tahun lalu sebuah wilayah sub-tropis berubah secara tiba-tiba menjadi gurun pasir. Saat itu terjadi perubahan mendadak. Daerah savannah tiba-tiba berubah menjadi kering secara terus menerus sekitar tahun 3000-2300 SM. 
Secara teori, pasir merupakan bentuk halus dari lapukan dan kikisan dari batu. Proses ini membutuhkan waktu puluhan ribu tahun atau bahkan membutuhkan waktu jutaan tahun. Lalu, bagaimana bisa wilayah subur bisa berubah menjadi padang pasir dalam waktu yang sangat cepat?
Ada ilmuwan yang berpendapat, ketika objek besar seperti komet dan meteor menghantam Bumi akan terjadi pelepasan listrik diantara keduanya. Listrik ini cukup besar untuk menghancurkan objek yang masuk ke atmosfer, sehingga bumi akan dihujani pasir panas terus menerus. Contohnya pernah terjadi di Chicago, dimana seluruh wilayah Amerika Serikat dihujani pasir panas yang tiba-tiba jatuh dari langit. Bencana ini terjadi pada saat hilangnya komet Biela, yang dikenal dengan tragedi 'The Great Chicago Fire'. Kebakaran terjadi sejak hari Minggu 8 Oktober hingga Selasa pagi 10 Oktober 1871. Hujan pasir panas menewaskan 300 orang, menghancurkan 9 kilometer persegi wilayah Chicago, yang menyebabkan lebih dari 100,000 penduduk tunawisma. 
Bayangkan bencana yang terjadi, padahal komet hanya numpang lewat saat itu dan mengikis sebagian kecil kulitnya. Bagaimana jika komet benar-benar menabrak? Bukan tidak mungkin Chicago menjadi gurun pasir menyusul Sahara. 
Jutaan ton material tak terhitung membombardir atmosfer bumi, terpecah-belah dan menjadi butiran pasir halus. Seperti itulah gambaran ketika material jatuh ke Bumi, sehingga menutupi wilayah subur yang luas dan mengubahnya menjadi gurun pasir tandus yang kita lihat sekarang. 

Evolusi Tinggi Badan Manusia Tidak Terbukti, Ini Penjelasannya

Tinggi badan manusia zaman dahulu atau lebih 1000 tahun lalu hingga sekarang tidak berubah. Ini dibuktikan dari kerangka mumi yang ditemukan sejak zaman Firaun hingga yang tertua kerangka dari Amerika. Bukti arkologis ini juga membuktikan bahwa evolusi tinggi badan manusia tidak terbukti, manusia tidak menyusut atau berubah.


evolusi tinggi badan manusia
Tuts Tomb Opened, Wikimedia Commons
Setidaknya ada 10 mumi yang kini berada di museum beberapa negara. Yang pertama mumi Ramses II, dalam sejarah Mesir Kuno dia dikenal sebagai firaun yang kuat dan paling terkenal dari Dinasti ke-19. Firaun ini memerintah dari tahun 1279-1213 SM, mumi ini ditemukan tahun 1881 dengan ciri fisik hidung bengkok dan tinggi kerangka sekitar 170 cm.

Evolusi Tinggi Badan Manusia

Selanjutnya Raja Tutankhamun atau King Tut, temuan ini adalah salah satu mumi berusia 3300 tahun. Dia adalah firaun ke-13 dari Dinasti ke-18 Kerajaan Baru Mesir, memerintah sekitar tahun 1355-1346 SM. Mumi ini ditemukan tahun 1922, tinggi kerangka ini 5 kaki 6 inci atau sekitar 165 cm.

Foto-foto mumi bisa dilihat dalam video berikut ini:

Jejak yang ketiga adalah fosil gadis zaman perunggu Nordic yang dimakamkan sekitar tahun 1390–1370 SM. Fosilnya ditemukan di luar Egtved, Denmark pada tahun 1921. Diperkirakan usianya 16-18 saat meninggal, tubuhnya ramping, tinggi badan 160 cm, berambut pendek dan pirang.

Bukti selanjutnya yaitu mumi Amenhotep I, Firaun kedua dari Dinasti ke-18 Mesir Kuno. Dia memerintah sekitar tahun 1526 SM. Selama Dinasti ke-20 atau ke-21, makam asli Amenhotep dirampok atau dianggap tidak aman dan dikosongkan dan tubuhnya dipindahkan. Mumi ini ditemukan di Deir el-Bahri Cache bersama dengan mumi raja dan bangsawan, dan sekarang berada di Museum Kairo Mesir. Amenhotep I adalah satu-satunya mumi kerajaan yang belum diperiksa para ahli.

Kemudian ada mumi Lady Rai, seorang wanita Mesir kuno dari awal Dinasti ke-18. Dia adalah perawat Ratu Ahmose-Nefertari, mumi ini ditemukan di sebuah makam Thebes pada tahun 1881. Diperkirakan meninggal tahun 1530 SM di usia sekitar 30-40 tahun. Menurut fosil ini, Lady Rai adalah wanita ramping, anggun, tinggi kerangka 1,5 meter.

Beralih ke Eropa, pada tahun 1991 dua orang turis Jerman yang sedang mendaki pegunungan Alpen menemukan mumi Otzi the Iceman. Mayat ini kondisinya terawat karena terkubur es di puncak Alpen. Diperkirakan meninggal sekitar tahun 3300 SM di usia 45, dan tinggi kerangka sekitar 160 cm. Kemungkinan dia hidup di zaman nabi Nuh, tetapi tidak ada bukti bahwa dia terjebak bencana banjir besar.

Baca juga: Sejarah Kerajaan Babilonia Kuno Bukan Didirikan Namrud

Ada lagi mumi yang tak kalah tua usianya ditemukan di kuburan dekat Gebelein atau Naga el-Gherira, Mesir. Manusia Gebelein pertama kali ditemukan pada tahun 1896, dan sejak 1901 mumi ini dipajang di British Museum. Mumi berambut merah, penduduk lokal mengaku ada banyak mumi yang terkubur disana. Setidaknya enam mumi telah dikeluarkan dari situs itu tahun 1896. Manusia ini diperkirakan hidup sekitar tahun 3400 SM, panjangnya sekitar 163 cm.

Ada juga mumi yang berusia 5600 tahun yang ditemukan di Afrika. Mummy Tashwinat ditemukan di situs arkeologi Uan Muhuggiag di Libya, ditemukan oleh Profesor Fabrizio Mori pada tahun 1958. Mumi ini memang anak kecil berusia 3 tahun, tetapi fosil ini membuktikan bahwa Afrika telah lebih dulu mengawetkan mayat manusia, jauh sebelum Mesir.

Temuan mengejutkan berasal dari Amerika Selatan, mumi Chinchorro termasuk mumi tertua di dunia. Mumi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1917, setidaknya ada lebih dari 282 mumi ditemukan di situs pemakaman sepanjang jalur pantai Ilo di Peru selatan hingga ke Antofagasta di Chili utara. Usia mumi ini diperkirakan mencapai 7000 tahun, mereka hidup sekitar tahun 5050 SM. Bahkan mumi tertua yang ditemukan di Gurun Atacama berasal dari tahun 7020 SM.

Mumi tertua yang pernah ditemukan adalah Spirit Cave di Amerika Utara. Mumi ini ditemukan pada tahun 1940 di Spirit Cave, Nevada oleh arkeolog Georgia Wheeler dan istrinya. Spirit Cave berada pada ketinggian 4154 kaki di kaki pegunungan Stillwater, diperkirakan mumi ini sudah ada sejak 9200 tahun lalu. Mumi ini pria dewasa berusia 45 tahun, dan tinggi kerangka 157 cm.
Dari bukti kerangka yang telah ditemukan arkeolog, ternyata ukuran tubuh manusia sejak ribuan tahun lalu hampir tidak ada perubahan. Rata-rata tinggi kerangka 160-180 cm, ukuran yang sama seperti manusia saat ini. 

Evolusi Manusia Raksasa

Evolusi tinggi badan manusia raksasa ini sudah dijelaskan disini: Peradaban Suku Maya, Aztec Dan Olmec Berasal Dari Afrika. Peradaban Olmec dan Maya didirikan oleh sekelompok orang-orang Afrika yang meninggalkan Mesir setelah mendirikan bangunan megah raja-raja Babilonia, sekitar 3000 tahun lalu. Mereka inilah yang membangun bangunan yang tinggi, termasuk bangunan raja Nimrod. Ketika migrasi ke Amerika, mereka membawa peralatan tehnik untuk membangun peradaban Olmec dan Maya. Dari seni pemahatan batu dan bahasa yang digunakan, banyak kemiripan dengan tradisi Afrika dan Mesir.

Ukuran tubuh mereka besar, arkeolog telah menemukan lebih dari 1000 kerangka di Amerika sejak 200 tahun terakhir, ukurannya berkisar 7-8 kaki atau 2-5 meter. Ketika mereka masih berada di sekitar Mesir dan membangun gedung tinggi, saat itulah mereka berhadapan dengan para nabi di zamannya. Mereka inilah yang disebut manusia raksasa, yang saat itu dibawah perintah raja-raja babilonia.

Baca juga: Fakta Manusia Raksasa, Fosil Tertinggi Cuma 5 Meter

Bagaimana dengan nabi Adam yang tingginya belasan meter? Menurut Quran yang ditafsirkan beberapa ulama,Ka'bah sudah ada sejak zaman nabi Adam, ketika banjir besar nabi Nuh melanda bangunan ini hancur dan hanya meninggalkan pondasi. Kemudian di zaman nabi Ibrahim, Ka'bah dibangun kembali mengikuti pondasi yang tersisa. Ini sama artinya, ukuran Ka'bah sejak nabi Adam sampai sekarang tidak ada perubahan.

Begitu juga dengan makam-makam yang panjang, menurut kisah tradisi setempat makam itu diperluas untuk menampung lebih banyak peziarah. Makam ini bukan mewakili ukuran tubuh sebenarnya. Gigantisme dari dulu sudah ada, evolusi tinggi badan manusia tidak terbukti. Sekarang pun masih ada manusia yang tinggi badannya lebih dari 2 meter. Terutama pribumi Amerika, yang masih garis keturunan manusia tinggi dan besar.

Referensi

  1. Mounds for the Dead (Annals of Carnegie Museum, Vol. 37). By by Don W. Dragoo, 1963
  2. Eloi Eloi, LM. Leteane

Selasa, 18 Agustus 2020

Kritik Berujung penjara?

Jerinx SID


Pada dasarnya mengkritik itu boleh saja, kebebasan berpendapat bukan berarti bebas berbicara seenaknya tetap ada norma kesopan-satunan yg wajib dijaga. lalu bisakah kita mengkritik tanpa melanggar norma-norma tersebut jawabannya adalah BISA BANGET, bagaimana caranya? cukup hindari menggunakan kata-kata yg merendahkan atau mudahnya, jangan gunakan kata-kata yg akan membuat anda marah jika kata-kata tersebut di tujukan pada orang tua anda. simple kan? 

tenaga kesehatan ada yg tidak bisa memeluk anaknya selama berbulan-bulan, ada yg gagal menikah, bahkan ada yg meninggal. ya benar tenaga kesehatan juga manusia ada saja yg nakal atau melakukan kesalahan, ya mungkin ada perusahaan farmasi yg tidak benar tapi bukan berarti anda bisa ngomong seenaknya menuduh sana sini tanpa bukti. BUKAN HANYA anda yg mengalami kesulitan selama pandemi. semua orang juga ingin hidup normal memangnya enak kerja seharian dengan menggunakan APD?

Nah mengenai kampanye jrx yg terkesan menentang protokol kesehatan di klaim untuk memperjuangkan rakyat kecil. jrx bersuara agar kita tidak perlu takut pada covid 19 tidak perlu menggunakan masker karena masker adalah simbol tirani dll bahkan sempat panas dengan mbok niluh djelantik. jrx berjuang agar warga bisa hidup bebas seperti sebelum pandemi. menurut saya sekilas gerakan ini terkesan heroik dan sangat memihak rakyat kecil padahal gerakan ini justru bisa saja berdampak buruk pada pariwisata Bali.

Bali tentu ingin segera menarik wisatawan untuk berkunjung agar ekonomi segera pulih, nah agar dilirik oleh wisatawan entah itu mancanegara atau wisatawan lokal tentu harus ada jaminan yg dipenuhi, tidak beda jauh dengan menjual barang selain jaminan kualitas tentu harus ada jaminan keamanan.

"VISIT BALI, DON'T WORRY DIJAMIN AMAN KARENA SELURUH STAFF HOTEL, GUIDE, PETUGAS BAHKAN WARGANYA DISIPLIN MENERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN"

ATAU

"VISIT BALI, DON'T WORRY TIDAK PERLU TAKUT DENGAN COVID-19 KARENA TINGKAT KEMATIAN HANYA 5%"

tingkat kematian 5% inilah yg paling sering saya dapat jika berdebat dengan mereka yg percaya teori konspirasi entah benar atau tidak saya tidak tau.

dari 2 tagline diatas kira-kira mana yg bisa menarik wisatawan? belum lagi jika Bali mendapat travel warning karena di cap tidak aman. iya pariwisata di buka tapi masalahnya cukupkah jumlah wisatawan yg datang? cukupkah uang yg mengalir masuk? cukupkah tamu yg datang agar setidaknya hotel-hotel bisa membayar gaji pegawainya?

JJ

Fenomenal Alam Awan Berbentuk Tsunami di Langit Meulaboh, Aceh Barat

Kepoinkuy.com – Baru-baru ini telah terjadi sebuah fenomena yang cukup langka dan tidak biasa di Aceh yang membuat geger dan bahkan menjadi viral di sosial media. Fenomena alam awan berwarna gelap dan berbentuk menyerupai tsunami tersebut terjadi tepatnya di langit Meulaboh, Aceh barat, senin pagi
Seperti sebuah video yang diunggah oleh akun Twitter @aceh yang memperlihatkan awan berbentuk tsunami terbentang di langit secara vertikal. Video tersebut direkam di kawasan Masjid Raya Meulaboh.
viral awan tsunami
awan berwarna gelap dan berbentuk menyerupai tsunami tersebut terjadi tepatnya di langit Meulaboh, Aceh barat | @masawep

Awan Berbentuk Tsunami Disebut Awan Arcus

Fenomena alam gumpalan awan hitam raksasa berbentuk tsunami yang terjadi di Aceh Barat itu sempat membuat warga panik. Namun awan dengan bentuk tsunami yang kini tengah viral di media sosial tersebut sangat lazim terjadi. Hal itu juga telah dibenarkan oleh pihak BMKG Stasiun I Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh.
Awan berbentuk tsunami itu dikenal dengan nama Arcus atau Shelf Cloud yang merupakan bagian dari awan cumulonimbus. Awan jenis ini membentuk landasan dan gulungan di depannya.


“Awan yang berbentuk seperti ombak yang menggulung namanya awan Arcus atau disebut juga awan Tsunami. Awan ini merupakan bagian dari awan CB (Cumulonimbus),” kata Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun I Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh, Zakaria yang dilansir dari laman merdeka.
Dilansir citizen6, Menurut Zakaria, awan raksasa itu merupakan awan rendah dan biasanya berada pada satu level atau single level. Awan ini juga dapat menimbulkan angin kencang, hujan lebat disertai kilat, petir, angin puting beliung atau hujan es.
“Dan awan ini biasanya terjadi di daerah yang tidak begitu luas sehingga tidak dapat dipantau oleh satelit,” jelas Zakaria.


Zakaria mengimbau kepada masyarakat agar tak panik dengan munculnya fenomena tersebut. Namun, ia meminta masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati. Bila melihat ada awan seperti itu, Zakaria juga meminta masyarakat agar segera menjauh dan mencari perlindungan. Jangan bertahan di lapangan terbuka, karena terdapat angin kencang disertai kilat.

Selasa, 21 April 2015

“Habis Gelap Terbitlah Terang”.



Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia lahir pada tahun 1879 di kota Rembang . Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara.
Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.
Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.
Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.
Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karyaLouis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda.
Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka. Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, RM Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.
Keinginan Kartini untuk melanjutkan studi, terutama ke Eropa, memang terungkap dalam surat-suratnya. Beberapa sahabat penanya mendukung dan berupaya mewujudkan keinginan Kartini tersebut. Ketika akhirnya Kartini membatalkan keinginan yang hampir terwujud tersebut, terungkap adanya kekecewaan dari sahabat-sahabat penanya. Niat dan rencana untuk belajar ke Belanda tersebut akhirnya beralih ke Betawi saja setelah dinasihati oleh Nyonya Abendanon bahwa itulah yang terbaik bagi Kartini dan adiknya Rukmini.
Pada pertengahan tahun 1903 saat berusia sekitar 24 tahun, niat untuk melanjutkan studi menjadi guru di Betawi pun pupus. Dalam sebuah surat kepada Nyonya Abendanon, Kartini mengungkap tidak berniat lagi karena ia sudah akan menikah. "...Singkat dan pendek saja, bahwa saya tiada hendak mempergunakan kesempatan itu lagi, karena saya sudah akan kawin..." Padahal saat itu pihak departemen pengajaran Belanda sudah membuka pintu kesempatan bagi Kartini dan Rukmini untuk belajar di Betawi.
Saat menjelang pernikahannya, terdapat perubahan penilaian Kartini soal adat Jawa. Ia menjadi lebih toleran. Ia menganggap pernikahan akan membawa keuntungan tersendiri dalam mewujudkan keinginan mendirikan sekolah bagi para perempuan bumiputra kala itu. Dalam surat-suratnya, Kartini menyebutkan bahwa sang suami tidak hanya mendukung keinginannya untuk mengembangkan ukiran Jepara dan sekolah bagi perempuan bumiputra saja, tetapi juga disebutkan agar Kartini dapat menulis sebuah buku.
Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.
Setelah Kartini wafat, Mr.J.H Abendanon memngumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT” yang artinya “Habis Gelap Terbitlah Terang”.
Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.
Ref :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kartini